Tepat Kemarin tanggal 31 Oktober 2012 anakku Dhisa Aqilla Oktaviany Genap 2 tahun,,, ! betapa bahagianya aku dan istriku membesarkannya, tak terasa Waktu terus berputar dengan seiringnya masa -ke masa, tapi kini hari ini Jum'at tanggal 09-11-212 adalahj 1 hari besok merayakan ulang tahunya...!! betapa sedih hati ini dimana, hari bahagiannya dia aq tidak di sampingnya...! sungguh Ironis, tapi mau bagimana lagi.
Jarak dan waktu yang tak bisa mempertemukan kita, tapi aku yakin dengan keadaan ini dimana menjadikan aku seorang Bapak, Suami yang selalu menyayangi dan mencinta dengan tulus jiwa dan raga, keluarga. indah memang bila setiap pulang kerja ada yang menyambut dengan senyuman yang manis dan suara yang merdu dengan panggilan "papa........@##. tapi ga dengan aku,,, aku pulang setiap 1 bulan sekali ke Tasikmalaya.kapan Kita akan di satukan dalam rumah dan jarak yang dekat. semoga kesuksesan dan kesenangan selalu ada untuk keluarga kami,, hanya Padamu kami bersimpuh Ya Allah..!!
Ada 4 kemungkinan respon dari pihak2 yang telah membaca kisah ini.
PERTAMA, cuek/tidak peduli/tidak mengerti kisah ini.
KEDUA, tersentuh dengan kisah ini, tetapi tidak melakukan apapun.
KETIGA, tersentuh dengan kisah ini, intropeksi diri, tetapi tidak melakukan apapun.
KEEMPAT, tersentuh, intropeksi diri, lalu segera bergerak aktif untuk lebih memperhatikan kedua orangtuanya dan menjadi seorang anak yang lebih berbakti.
Bila di antara sekian banyak orang yang memperoleh kisah ini dari Anda, ada satu saja yang termasuk kategori nomor EMPAT, ini berarti Anda telah berhasil menyadarkan seseorang akan betapa pentingnya orangtuanya. Bayangkan kebahagiaan seorang anak yang bersyukur bahwa ayah dan ibunya masih hidup, lalu berusaha membahagiakan mereka. Lalu orangtuanya yang begitu bahagia mengetahui bahwa anaknya juga begitu mencintainya, seorang anak yang berbakti. Kebahagiaan ini lebih berharga daripada tumpukan emas permata. Mereka sungguh beruntung dengan KEHADIRAN ANDA di dunia ini, yang BERMURAH HATI untuk menyebarkan kisah ini. Ayah, Ibu, Ketahuilah, Saya Juga Mencintaimu Dengan Segenap Jiwa Ragaku….
PERTAMA, cuek/tidak peduli/tidak mengerti kisah ini.
KEDUA, tersentuh dengan kisah ini, tetapi tidak melakukan apapun.
KETIGA, tersentuh dengan kisah ini, intropeksi diri, tetapi tidak melakukan apapun.
KEEMPAT, tersentuh, intropeksi diri, lalu segera bergerak aktif untuk lebih memperhatikan kedua orangtuanya dan menjadi seorang anak yang lebih berbakti.
Bila di antara sekian banyak orang yang memperoleh kisah ini dari Anda, ada satu saja yang termasuk kategori nomor EMPAT, ini berarti Anda telah berhasil menyadarkan seseorang akan betapa pentingnya orangtuanya. Bayangkan kebahagiaan seorang anak yang bersyukur bahwa ayah dan ibunya masih hidup, lalu berusaha membahagiakan mereka. Lalu orangtuanya yang begitu bahagia mengetahui bahwa anaknya juga begitu mencintainya, seorang anak yang berbakti. Kebahagiaan ini lebih berharga daripada tumpukan emas permata. Mereka sungguh beruntung dengan KEHADIRAN ANDA di dunia ini, yang BERMURAH HATI untuk menyebarkan kisah ini. Ayah, Ibu, Ketahuilah, Saya Juga Mencintaimu Dengan Segenap Jiwa Ragaku….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar